Tendangan penalti
| Aturan Poin | |
|---|---|
| Olahraga | Sepak bola |
| Nilai poin | Peluang 1 gol (1 poin jika masuk) |
| Syarat keabsahan | Bola ditendang maju dari titik penalti, penjaga gawang di garis gawang, pemain lain di luar area penalti |
| Mekanisme dan Regulasi | |
| Cara eksekusi | Tembakan langsung dari titik penalti (11 meter) |
| Penyebab batal | Gerakan tipuan ilegal saat penyelesaian (feinting), rekan setim masuk area penalti sebelum bola ditendang |
| Teknologi pembantu | VAR, Teknologi garis gawang |
Tendangan penalti (bahasa Inggris: penalty kick) adalah metode melanjutkan permainan dalam sepak bola, di mana seorang pemain diperbolehkan melepaskan tembakan langsung ke gawang yang hanya dijaga oleh penjaga gawang lawan dari titik penalti (berjarak 11 meter atau 12 yard dari garis gawang).
Tendangan penalti diatur dalam Hukum 14 dalam Laws of the Game yang dikeluarkan oleh International Football Association Board (IFAB). Hukuman ini diberikan oleh wasit apabila tim yang bertahan melakukan pelanggaran yang berbuah tendangan bebas langsung di dalam area penalti mereka sendiri.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Gagasan mengenai tendangan penalti pertama kali diusulkan oleh William McCrum pada tahun 1890 di Irlandia Utara. McCrum, yang merupakan anggota Asosiasi Sepak Bola Irlandia, mengusulkan hukuman tegas untuk mencegah para bek secara sengaja menghentikan serangan lawan dengan pelanggaran keras atau memegang bola di dekat garis gawang.
Aturan ini secara resmi diadopsi oleh IFAB pada 2 Juni 1891. Pada awalnya, tendangan penalti tidak dilakukan dari titik spesifik, melainkan dari garis mana saja yang berjarak 12 yard dari garis gawang. Titik penalti (penalty spot) baru diperkenalkan pada revisi aturan tahun 1902 bersamaan dengan pengenalan bentuk kotak penalti modern.
Prosedur pelaksanaan
[sunting | sunting sumber]Prosedur eksekusi tendangan penalti diatur secara ketat untuk menjamin keadilan bagi kedua belah pihak:
- Posisi bola: Bola harus ditempatkan secara diam tepat di atas titik penalti.
- Penendang: Pemain yang mengeksekusi tendangan harus teridentifikasi secara jelas oleh wasit dan pemain lawan.
- Penjaga gawang: Penjaga gawang harus tetap berada di atas garis gawang, menghadap penendang, di antara kedua tiang gawang. Saat bola ditendang, setidaknya sebagian dari satu kaki penjaga gawang harus menyentuh atau sejajar dengan garis gawang.
- Posisi pemain lain: Seluruh pemain selain penendang dan penjaga gawang harus berada di dalam lapangan, di luar area penalti, di belakang titik penalti, serta berjarak setidaknya 9,15 meter (10 yard) dari titik penalti (di luar busur penalti).
- Eksekusi: Wasit memberikan tiupan peluit sebagai tanda tendangan boleh dilakukan. Bola harus ditendang ke arah depan. Permainan kembali aktif segera setelah bola ditendang dan bergerak maju.
Setelah tendangan dilakukan, penendang tidak boleh menyentuh bola kembali sampai bola menyentuh pemain lain (baik penjaga gawang, pemain bertahan, maupun tiang/mistar gawang).
Pelanggaran dan sanksi
[sunting | sunting sumber]Jika terjadi pelanggaran oleh pemain sebelum bola ditendang, wasit akan mengambil keputusan berdasarkan hasil tendangan dan pihak yang melakukan pelanggaran:
| Hasil tendangan | Pelanggaran oleh tim penyerang | Pelanggaran oleh tim bertahan | Pelanggaran oleh kedua tim |
|---|---|---|---|
| Gol | Gol dibatalkan, tendangan diulang | Gol sah | Tendangan diulang |
| Tidak gol | Tendangan bebas tidak langsung untuk tim bertahan | Tendangan diulang | Tendangan diulang |
Gerakan tipuan (Feinting)
[sunting | sunting sumber]Pemain diperbolehkan melakukan gerakan tipuan (feinting) selama berlari mendekati bola. Namun, melakukan gerakan berhenti mendadak atau berpura-pura menendang setelah menyelesaikan lari (saat kaki sudah di samping bola) dianggap sebagai tindakan tidak sportif. Pelanggaran ini membatalkan gol, penendang diberi kartu kuning, dan tim bertahan dihadiahi tendangan bebas tidak langsung.
Taktik dan teknik
[sunting | sunting sumber]Tendangan penalti memiliki tingkat keberhasilan (conversion rate) yang sangat tinggi, umumnya berkisar antara 75% hingga 80% dalam sepak bola profesional.
Teknik eksekusi
[sunting | sunting sumber]- Tembakan bertenaga (Power shot): Melepaskan tembakan keras ke sudut atas atau bawah gawang yang sulit dijangkau penjaga gawang meskipun arahnya tertebak.
- Membaca pergerakan gawang: Penendang memperlambat langkah lari untuk memancing penjaga gawang bergerak ke satu sisi sebelum menembak ke sisi yang berlawanan.
- Teknik Panenka: Diberi nama sesuai pemain Cekoslowakia, Antonín Panenka, teknik ini dilakukan dengan mencungkil bola secara perlahan ke tengah gawang, mengeksploitasi pergerakan penjaga gawang yang telah melompat ke salah satu sisi.
- Operan penalti (Tap penalty): Penendang tidak menembak langsung ke gawang, melainkan mengoper bola secara perlahan ke depan agar disambar oleh rekan setimnya yang berlari dari luar area penalti. Teknik ini dipopulerkan oleh Johan Cruyff pada tahun 1982.
Perbedaan dengan adu penalti
[sunting | sunting sumber]Tendangan penalti berbeda dengan adu penalti (penalty shoot-out). Tendangan penalti adalah hukuman pelanggaran yang terjadi selama 90 menit pertandingan normal atau babak perpanjangan waktu, di mana bola tetap aktif setelah ditendang (memungkinkan terjadinya gol dari bola pantul atau rebound).
Sementara itu, adu penalti adalah metode penentuan pemenang setelah pertandingan berakhir imbang dalam babak gugur. Dalam adu penalti, tidak ada bola pantul (sekali tembak) dan pemain lain tidak diperbolehkan mengejar bola.