Kartu kuning (olahraga)
|
Wasit mengangkat kartu kuning sebagai tanda peringatan kepada atlet yang melanggar dalam cabang olahraga sepak bola.
|
|
| Aturan Poin | |
|---|---|
| Olahraga | Berbagai cabang olahraga (multiolahraga) |
| Nilai poin | Peringatan resmi atau hukuman ringan |
| Syarat keabsahan | Dikeluarkan oleh wasit atau pejabat pertandingan yang berwenang |
| Mekanisme dan Regulasi | |
| Cara eksekusi | Wasit menghentikan permainan dan mengangkat kartu ke udara menghadap pelanggar |
| Penyebab batal | Pembatalan keputusan melalui peninjauan video (bila didukung aturan olahraga tersebut) |
| Teknologi pembantu | Sistem peninjauan video (seperti VAR atau Hawk-Eye) |
Dalam berbagai cabang olahraga, kartu kuning adalah sebuah penanda visual berwujud kartu kecil yang digunakan oleh wasit, juri, atau pejabat pertandingan untuk mengomunikasikan bahwa seorang pemain, pelatih, atau anggota tim telah menerima peringatan resmi atau hukuman tingkat sedang. Arti spesifik dan konsekuensi dari kartu kuning sangat bervariasi bergantung pada cabang olahraga yang dimainkan.
Gagasan penggunaan kartu penalti berwarna kuning dan merah pertama kali diusulkan oleh wasit Inggris, Ken Aston, untuk turnamen sepak bola Piala Dunia FIFA 1970. Ide ini terinspirasi dari sistem lampu lalu lintas internasional (kuning berarti peringatan/hati-hati, merah berarti berhenti). Karena efektivitasnya dalam mengatasi kendala bahasa antara wasit dan pemain, sistem kartu kuning kemudian diadopsi secara luas oleh berbagai federasi olahraga di seluruh dunia.
Arti kartu kuning dalam berbagai olahraga
[sunting | sunting sumber]Meskipun secara umum identik dengan "peringatan", beberapa olahraga memberikan konsekuensi yang lebih berat seperti penangguhan bermain sementara waktu.
| Cabang Olahraga | Arti dan Konsekuensi Kartu Kuning |
|---|---|
| Sepak bola | Berfungsi sebagai peringatan resmi atas pelanggaran, kelakuan tidak sportif, atau membuang waktu. Pemain tetap diizinkan bermain. Jika seorang pemain menerima kartu kuning kedua dalam laga yang sama, ia akan diganjar kartu merah dan diusir dari lapangan. |
| Rugbi (Union & League) | Berfungsi sebagai penangguhan sementara. Pemain yang diganjar kartu kuning harus meninggalkan lapangan permainan dan masuk ke area penalti selama 10 menit. Selama waktu tersebut, timnya harus bermain dengan kekurangan satu pemain. |
| Hoki lapangan | Berfungsi sebagai penangguhan sementara. Pemain harus masuk ke sin bin minimal selama 5 menit (wasit dapat menentukan durasi yang lebih lama tergantung tingkat keparahan pelanggaran). |
| Bola voli | Berfungsi sebagai peringatan tahap pertama (peringatan formal) untuk sebuah tim atas kelakuan buruk ringan, tanpa disertai penalti kehilangan poin. Kartu kuning ini berlaku untuk seluruh anggota tim di sisa pertandingan. (Jika terjadi pelanggaran lanjutan, wasit mengeluarkan kartu merah yang berbuah poin bagi lawan). |
| Bulu tangkis | Berfungsi sebagai peringatan atas pelanggaran etika atau penundaan permainan yang disengaja. Tidak ada pengurangan poin atau denda pada tahap ini. |
| Anggar | Mewakili pelanggaran Tingkat 1. Kartu kuning adalah peringatan bagi pemain yang membelakangi lawan, menutupi area target, atau menunda pertandingan. Peringatan ini berlaku selama sisa pertarungan tersebut. |
| Atletik | Berfungsi sebagai peringatan umum bagi seorang atlet, sering kali digunakan untuk menandai permulaan lari yang salah secara kolektif sebelum diberlakukannya aturan diskualifikasi langsung, atau karena pelanggaran disiplin dan membuang waktu dalam nomor lapangan (seperti lompat atau lempar). |
| Polo air | Berfungsi sebagai peringatan resmi kepada pelatih kepala di tepi kolam karena kelakuan buruk atau protes berlebihan. Tidak diberikan kepada pemain yang berada di dalam air. |
| Tenis meja | Diberikan oleh wasit kepada pemain atau pelatih yang memberikan instruksi tidak sah di luar waktu istirahat yang diizinkan, atau kelakuan buruk ringan seperti melempar raket tanpa membahayakan. |
Bentuk dan spesifikasi
[sunting | sunting sumber]Kartu kuning dirancang agar sangat mencolok secara visual. Umumnya, kartu ini terbuat dari material plastik tahan air berukuran sekitar 9 x 12 sentimeter, sehingga mudah disimpan di dalam saku kemeja atau celana wasit. Pemilihan material plastik ditujukan agar kartu tidak rusak karena keringat atau hujan selama pertandingan luar ruangan.
