Pelanggaran (sepak bola): Perbedaan antara revisi

Dari Wikisport, ensiklopedia olahraga
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Baris 33: Baris 33:
=== Pelanggaran tendangan bebas tidak langsung ===
=== Pelanggaran tendangan bebas tidak langsung ===
[[Tendangan bebas#Tendangan bebas tidak langsung|Tendangan bebas tidak langsung]] diberikan jika seorang pemain melakukan aksi teknis atau taktis berikut:
[[Tendangan bebas#Tendangan bebas tidak langsung|Tendangan bebas tidak langsung]] diberikan jika seorang pemain melakukan aksi teknis atau taktis berikut:
* Bermain dengan cara yang berbahaya (''playing in a dangerous manner''), seperti menendang bola terlalu tinggi di dekat kepala lawan.
* Bermain dengan cara yang berbahaya, seperti menendang bola terlalu tinggi di dekat kepala lawan.
* Halangi pergerakan lawan tanpa adanya kontak fisik (''impeding the progress of an opponent'').
* Halangi pergerakan lawan tanpa adanya kontak fisik.
* Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
* Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
* Melakukan pelanggaran verbal atau menggunakan bahasa yang tidak sopan.
* Melakukan pelanggaran verbal atau menggunakan bahasa yang tidak sopan.


Tendangan bebas tidak langsung juga diberikan atas pelanggaran khusus yang dilakukan oleh **penjaga gawang** di dalam area penaltinya sendiri:
Tendangan bebas tidak langsung juga diberikan atas pelanggaran khusus yang dilakukan oleh penjaga gawang di dalam area penaltinya sendiri:
* Memegang bola lebih dari 6 detik sebelum melepaskannya dari penguasaan.
* Memegang bola lebih dari 6 detik sebelum melepaskannya dari penguasaan.
* Menyentuh bola kembali dengan tangan setelah melepaskannya dan sebelum tersentuh pemain lain.
* Menyentuh bola kembali dengan tangan setelah melepaskannya dan sebelum tersentuh pemain lain.

Revisi per 9 Oktober 2026 20.57

Pelanggaran
Aturan Poin
Olahraga Sepak bola
Nilai poin Penyerahan penguasaan bola kepada lawan (tendangan bebas/penalti)
Syarat keabsahan Keputusan mutlak wasit berdasarkan Hukum 12 Laws of the Game
Mekanisme dan Regulasi
Cara eksekusi Kontak fisik terlarang, handball, atau kelakuan tidak sportif
Penyebab batal Penerapan hukum keuntungan (advantage)
Teknologi pembantu VAR

Dalam sepak bola, pelanggaran (bahasa Inggris: foul) adalah tindakan ilegal yang dilakukan oleh seorang pemain yang dinilai oleh wasit bertentangan dengan aturan resmi pertandingan (Laws of the Game). Pelanggaran dapat terjadi saat bola berada dalam permainan maupun saat bola mati.

Aturan mengenai pelanggaran dan kelakuan buruk diatur secara rinci dalam Hukum 12 dari Laws of the Game yang diterbitkan oleh International Football Association Board (IFAB). Pelanggaran mengakibatkan dihentikannya permainan dan diberikannya hukuman berupa tendangan bebas (langsung atau tidak langsung) atau tendangan penalti kepada tim lawan, serta sanksi disiplin individu berupa kartu kuning (peringatan) atau kartu merah (pengusiran) jika diperlukan.

Kategori pelanggaran

Hukum 12 membagi pelanggaran teknis menjadi dua kelompok utama berdasarkan jenis hukuman resume permainan yang diberikan:

Pelanggaran tendangan bebas langsung

Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan jika seorang pemain melakukan salah satu dari pelanggaran berikut terhadap pemain lawan dengan cara yang dinilai oleh wasit sebagai tindakan ceroboh, ugal-ugalan, atau menggunakan kekuatan berlebihan:

  • Menerjang atau melompat ke arah lawan.
  • Menendang atau mencoba menendang lawan.
  • Mendorong lawan.
  • Memukul atau mencoba memukul lawan.
  • Menjegal atau memotong lawan menggunakan kaki.
  • Memegang atau menahan tubuh lawan.
  • Menggigit atau meludahi orang lain.
  • Menyentuh bola secara sengaja menggunakan tangan atau lengan, kecuali bagi penjaga gawang di dalam area penalti sendiri.

Jika salah satu dari pelanggaran di atas dilakukan oleh pemain bertahan di dalam area penaltinya sendiri, maka hukuman berubah menjadi tendangan penalti.

Pelanggaran tendangan bebas tidak langsung

Tendangan bebas tidak langsung diberikan jika seorang pemain melakukan aksi teknis atau taktis berikut:

  • Bermain dengan cara yang berbahaya, seperti menendang bola terlalu tinggi di dekat kepala lawan.
  • Halangi pergerakan lawan tanpa adanya kontak fisik.
  • Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
  • Melakukan pelanggaran verbal atau menggunakan bahasa yang tidak sopan.

Tendangan bebas tidak langsung juga diberikan atas pelanggaran khusus yang dilakukan oleh penjaga gawang di dalam area penaltinya sendiri:

  • Memegang bola lebih dari 6 detik sebelum melepaskannya dari penguasaan.
  • Menyentuh bola kembali dengan tangan setelah melepaskannya dan sebelum tersentuh pemain lain.
  • Menyentuh bola dengan tangan setelah menerima umpan sengaja menggunakan kaki dari rekan setimnya (back-pass rule).
  • Menyentuh bola dengan tangan langsung dari lemparan ke dalam yang dilakukan rekan setim.

Tingkat keparahan dan sanksi disiplin

Wasit menilai pelanggaran fisik berdasarkan tiga tingkat intensitas untuk menentukan sanksi disiplin individu:

  • Ceroboh (Careless): Pemain menunjukkan kurangnya perhatian atau pertimbangan saat melakukan duel. Hukuman berupa tendangan bebas/penalti tanpa sanksi kartu.
  • Ugal-ugalan (Reckless): Pemain bertindak tanpa memperhitungkan bahaya atau konsekuensi bagi lawannya. Pelanggaran ini wajib diganjar kartu kuning.
  • Menggunakan kekuatan berlebihan (Excessive force): Pemain menggunakan kekuatan yang melampaui batas kebutuhan fisik dan membahayakan keselamatan lawan. Pelanggaran ini wajib diganjar kartu merah.

Kelakuan buruk (Misconduct)

Selain pelanggaran fisik dalam arena permainan, pemain atau staf tim dapat dijatuhi hukuman atas kelakuan buruk (misconduct), baik saat bola aktif maupun mati:

Kartu kuning (Peringatan)

Pemain diberikan kartu kuning sebagai peringatan resmi atas tindakan: 1. Menunda pelanjutan ulang permainan (delaying the restart). 2. Menyampaikan protes verbal atau gestur tidak setuju terhadap keputusan wasit (dissent). 3. Masuk, keluar, atau kembali ke lapangan tanpa izin wasit. 4. Gagal menghormati jarak batas minimum (9,15 meter) pada tendangan sudut, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam. 5. Melakukan pelanggaran berulang kali (persistent offences). 6. Melakukan tindakan tidak sportif (unsporting behaviour), seperti berpura-pura jatuh (diving).

Kartu merah (Pengusiran)

Pemain, pemain cadangan, atau pelatih yang menerima kartu merah wajib langsung meninggalkan area pertandingan dan lorong stadion. Alasan pengusiran meliputi: 1. Pelanggaran sangat keras (serious foul play). 2. Tindakan kekerasan fisik secara sengaja (violent conduct). 3. Meludahi atau menggigit seseorang. 4. Diganjar kartu kuning kedua dalam pertandingan yang sama. 5. Menggunakan bahasa atau gestur yang bersifat menghina, merendahkan, atau melecehkan. 6. Gagalkan peluang emas mencetak gol lawan (DOGSO - Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity) secara sengaja melalui handball atau pelanggaran yang membuahkan penalti/tendangan bebas.

Penerapan hukum keuntungan (Advantage)

Wasit diperbolehkan untuk tidak langsung menghentikan permainan saat pelanggaran terjadi jika tim yang dilanggar masih menguasai bola dan berada dalam posisi menguntungkan untuk melanjutkan serangan. Prinsip ini dikenal sebagai hukum keuntungan (advantage rule).

Jika keuntungan yang diharapkan tidak terwujud dalam waktu beberapa detik, wasit dapat meniup peluit dan mengembalikan permainan ke lokasi pelanggaran awal. Jika pelanggaran tersebut membutuhkan kartu kuning atau merah, wasit akan memberikan kartu tersebut pada penghentian permainan berikutnya.

Bantuan teknologi

Dalam sepak bola modern, penggunaan sistem Asisten wasit video (VAR) membantu wasit utama dalam mengulas kembali potensi kesalahan penilaian terkait pelanggaran yang krusial. VAR hanya dapat mengintervensi keputusan pelanggaran dalam empat kondisi spesifik:

Lihat pula

Referensi