Kartu merah (sepak bola)

Dari Wikisport, ensiklopedia olahraga
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Artikel ini membahas penggunaan kartu merah secara spesifik dalam olahraga sepak bola. Untuk penggunaan kartu merah di berbagai cabang olahraga secara umum, lihat Kartu merah (olahraga).
Kartu merah
Wasit mengacungkan kartu merah lurus ke udara untuk mengusir pemain dari lapangan pertandingan.
Wasit mengacungkan kartu merah lurus ke udara untuk mengusir pemain dari lapangan pertandingan.
Aturan Poin
Olahraga Sepak bola
Nilai poin Pengusiran permanen (tim bermain dengan defisit pemain)
Syarat keabsahan Keputusan mutlak wasit berdasarkan Hukum 12 Laws of the Game
Mekanisme dan Regulasi
Cara eksekusi Diangkat lurus ke atas oleh wasit
Penyebab batal Pembatalan atau penurunan hukuman menjadi kartu kuning via VAR
Teknologi pembantu VAR

Dalam sepak bola, kartu merah (bahasa Inggris: red card) adalah sebuah penanda visual berwujud kartu plastik berwarna merah yang dikeluarkan oleh wasit untuk menandakan bahwa seorang pemain, pemain cadangan, atau staf pelatih telah dijatuhi hukuman pengusiran.

Aturan mengenai kartu merah ditetapkan secara rinci dalam Hukum 12 dari Laws of the Game oleh International Football Association Board (IFAB). Pemain yang menerima kartu merah harus segera meninggalkan lapangan permainan beserta area teknis di tepi lapangan, dan biasanya diarahkan langsung menuju ruang ganti. Konsekuensi paling fatal dari kartu merah adalah tim yang pemainnya diusir tidak diperbolehkan memasukkan pemain pengganti, sehingga mereka harus melanjutkan sisa waktu pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Sejarah pengenalan

[sunting | sunting sumber]

Sama seperti kartu kuning, kartu merah diciptakan oleh mantan wasit Inggris, Ken Aston, untuk mengatasi masalah hambatan bahasa antara wasit dan pemain dalam pertandingan internasional. Mengambil inspirasi dari lampu lalu lintas (merah berarti "berhenti" atau "keluar"), sistem kartu penalti ini diperkenalkan secara resmi pada Piala Dunia FIFA 1970.

Meskipun diperkenalkan pada tahun 1970, tidak ada satu pun pemain yang menerima kartu merah pada turnamen tersebut. Pemain pertama yang diusir dengan kartu merah dalam sejarah Piala Dunia adalah Carlos Caszely dari Chili pada Piala Dunia FIFA 1974 saat bertanding melawan Jerman Barat.

Kategori pelanggaran pengusiran

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Hukum 12 Laws of the Game, wasit berhak langsung mengeluarkan kartu merah (kartu merah langsung) jika seorang pemain melakukan salah satu dari pelanggaran berat berikut:

1. Pelanggaran sangat keras: Melakukan tekel atau duel fisik yang membahayakan keselamatan lawan, atau menggunakan kekuatan fisik yang berlebihan dan brutal saat memperebutkan bola.

2. Kekerasan fisik: Melakukan tindakan kekerasan terhadap siapa pun (pemain lawan, rekan setim, wasit, atau penonton), baik saat bola dalam keadaan hidup maupun mati, tanpa ada niat merebut bola.

3. Meludahi atau menggigit: Meludahi atau menggigit seseorang di dalam maupun di sekitar area pertandingan.

4. Bahasa menghina: Menggunakan kata-kata kasar, menghina, atau gestur provokatif dan melecehkan (termasuk tindakan rasisme).

5. Menggagalkan peluang gol dengan tangan: Secara sengaja menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah tim lawan mencetak gol atau menggagalkan peluang emas mencetak gol (aturan ini tidak berlaku bagi penjaga gawang di dalam area penaltinya sendiri).

6. Menggagalkan peluang gol dengan pelanggaran: Menggagalkan peluang emas lawan untuk mencetak gol dengan melakukan pelanggaran yang berbuah tendangan bebas atau penalti, saat penyerang berlari bebas menuju gawang tanpa halangan pemain bertahan lain.

Selain enam alasan di atas, seorang pemain juga akan menerima kartu merah jika ia menerima kartu kuning kedua di dalam satu pertandingan yang sama.

Sanksi lanjutan

[sunting | sunting sumber]

Kartu merah memiliki konsekuensi disipliner yang melampaui pertandingan saat itu. Pemain yang menerima kartu merah akan dijatuhi sanksi larangan bertanding pada pertandingan berikutnya. Durasi larangan bertanding bergantung pada tingkat keparahan pelanggaran dan regulasi masing-masing liga/turnamen:

  • Kartu kuning kedua: Umumnya dijatuhi sanksi larangan bermain sebanyak 1 pertandingan.
  • DOGSO (Gagalkan peluang gol): Umumnya dihukum larangan bermain sebanyak 1 pertandingan.
  • Kekerasan fisik dan tekel brutal: Dihukum lebih berat, biasanya larangan bermain minimal 3 pertandingan beruntun, dan dapat diperpanjang oleh komite disiplin liga jika dinilai sangat berbahaya.

Peran VAR

[sunting | sunting sumber]

Dalam sepak bola modern, penggunaan sistem Asisten wasit video (VAR) sangat krusial dalam kasus kartu merah. Protokol VAR secara khusus mengizinkan petugas video untuk melakukan intervensi atau memanggil wasit utama ke layar monitor dalam kasus:

  • Wasit melewatkan insiden yang berpotensi membuahkan kartu merah langsung (misalnya sikutan brutal yang luput dari pandangan mata wasit).
  • Wasit memberikan kartu merah yang dinilai terlalu keras, dan VAR menyarankan untuk menurunkan hukuman menjadi kartu kuning atau membatalkan pengusiran.
  • Wasit mengeluarkan pemain yang salah akibat masalah identifikasi.

Catatan penting: VAR tidak diperbolehkan mengintervensi atau meninjau kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah. VAR hanya beroperasi untuk insiden "kartu merah langsung".

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]