Tenis meja
Tenis meja, atau sering disebut pingpong, adalah olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (tunggal) atau dua pasangan (ganda) yang berlawanan. Permainan ini menggunakan pemukul kayu yang dilapisi karet (disebut bet), sebuah bola ringan berdiameter 40 mm, serta meja permainan berukuran khusus yang dibagi dua oleh jaring (net).
|
Pertandingan tenis meja tunggal pada Olimpiade Musim Panas 2012.
|
|
| Nama lain | Pingpong |
|---|---|
| Karakteristik | |
| Induk organisasi | ITTF (Federasi Tenis Meja Internasional) |
| Pertama kali | Akhir abad ke-19 (Inggris) |
| Pencipta | Masyarakat kelas atas era Victoria di Inggris |
| Jenis | Olahraga raket, Olahraga individu atau ganda |
| Anggota tim | 1 orang (tunggal) atau 2 orang (ganda) per pihak |
| Pemain cadangan | Tidak ada dalam pertandingan individu |
| Waktu pertandingan | Berdasarkan sistem set/game (mencapai 11 poin) |
| Permukaan lapangan | Meja kayu khusus berketinggian 76 cm dari lantai |
| Peralatan utama | Bet (pemukul kayu berlapisan karet), bola seluloid/plastik, net |
| Olimpiade | Sejak 1988 (Seoul) |
Tujuan permainan adalah memukul bola sedemikian rupa melintasi net sehingga bola memantul di area meja lawan dan lawan tidak dapat mengembalikannya dengan benar. Tenis meja diakui sebagai salah satu olahraga tercepat di dunia dalam hal reaksi refleks pemain.
Sejarah
suntingOlahraga tenis meja berawal pada abad ke-19 di Inggris era Victoria, di mana permainan ini diciptakan oleh masyarakat kelas atas sebagai permainan rekreasi dalam ruangan setelah makan malam. Peralatan awal sangat sederhana, menggunakan gabus penutup botol sebagai bola, jilid buku sebagai bet, dan deretan buku sebagai jaring di atas meja makan.
Nama "pingpong" awalnya merupakan merek dagang yang dipatenkan oleh pabrikan mainan Inggris, J. Jaques & Son Ltd, pada tahun 1901. Istilah ini diambil dari bunyi pantulan bola pada bet (ping) dan meja (pong).
Badan pengatur internasional tenis meja, Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF), didirikan pada tahun 1926 di London, yang diikuti dengan penyelenggaraan Kejuaraan Tenis Meja Dunia pertama pada tahun yang sama. Tenis meja resmi masuk ke dalam cabang olahraga Olimpiade Musim Panas sejak Olimpiade Seoul 1988.
Peraturan Permainan
suntingAturan internasional tenis meja ditetapkan oleh ITTF. Beberapa peraturan dasar meliputi:
- Spesifikasi Meja dan Net: Meja permainan memiliki panjang 2,74 meter, lebar 1,525 meter, dan tinggi 76 cm dari lantai. Permukaan meja harus menghasilkan pantulan bola yang seragam sekitar 23 cm jika bola dijatuhkan dari ketinggian 30 cm. Tinggi net adalah 15,25 cm di atas permukaan meja.
- Sistem Penilaian: Pertandingan dimainkan dalam format game (set) terbaik dari 5 atau 7 babak. Sebuah game dimenangkan oleh pemain atau pasangan yang pertama kali mencapai 11 poin dengan selisih minimal 2 poin. Jika skor mencapai 10-10 (deuce), game berlanjut hingga salah satu pihak unggul 2 poin.
- Aturan Servis: Servis dimulai dengan melempar bola secara vertikal dari telapak tangan yang terbuka minimal setinggi 16 cm tanpa putaran, kemudian dipukul sehingga memantul sekali di area sendiri sebelum melintasi net dan memantul di area lawan.
- Pergantian Servis: Hak servis berganti setiap kali terjadi penambahan 2 poin. Pada kondisi deuce (10-10), hak servis berganti setiap kali penambahan 1 poin.
Peralatan
sunting- Bet (Pemukul): Pemukul tenis meja terbuat dari papan kayu berlapis tipis yang permukaannya ditutupi oleh karet bergerigi atau licin (spon) di kedua sisinya. Satu sisi harus berwarna hitam dan sisi lainnya berwarna terang selain hitam (seperti merah, hijau, biru, atau merah muda) sesuai standar ITTF.
- Bola: Bola resmi tenis meja berdiameter 40 mm dengan berat 2,7 gram, terbuat dari bahan seluloid atau plastik berongga berwarna putih atau oranye dengan finishing matte.
Teknik Memegang Bet
suntingTerdapat dua teknik utama memegang bet dalam tenis meja:
- Shakehand Grip: Pegangan seperti berjabat tangan. Merupakan teknik yang paling populer di kalangan pemain dunia karena memberikan keseimbangan kontrol yang baik untuk pukulan forehand dan backhand.
- Penhold Grip: Pegangan seperti memegang pena. Banyak digunakan oleh pemain asal kawasan Asia, yang memberikan kelenturan pergelangan tangan sangat tinggi saat melakukan servis dan serangan cepat.
