Adu penalti

Dari Wikisport, ensiklopedia olahraga
Revisi sejak 9 Oktober 2026 20.50 oleh Admin (bicara | kontrib) (→Referensi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Adu penalti
Aturan Poin
Olahraga Sepak bola
Nilai poin Penentuan pemenang pertandingan (tidak menambah skor resmi)
Syarat keabsahan Pertandingan babak gugur berakhir imbang setelah perpanjangan waktu
Mekanisme dan Regulasi
Cara eksekusi Tembakan bergantian dari titik penalti oleh 5 penendang awal tiap tim
Penyebab batal Pelanggaran prosedur oleh penendang atau penjaga gawang
Teknologi pembantu Teknologi garis gawang, VAR

Adu penalti (bahasa Inggris: penalty shoot-out) adalah metode yang digunakan dalam pertandingan sepak bola pada babak gugur untuk menentukan tim yang berhak melaju ke babak berikutnya atau memenangkan kejuaraan ketika pertandingan berakhir imbang setelah waktu normal dan perpanjangan waktu.

Meskipun prosedur pelaksanaannya mirip dengan tendangan penalti, adu penalti bukanlah bagian dari waktu permainan normal dan tidak mengubah skor akhir pertandingan resmi. Gol yang dicetak dalam adu penalti tidak dihitung ke dalam daftar statistik pencetak gol terbanyak individu seorang pemain. Dalam catatan statistik resmi FIFA, pertandingan yang diselesaikan melalui adu penalti tetap dicatat sebagai hasil imbang bagi kedua tim.

Sebelum diadopsinya adu penalti, pertandingan babak gugur yang berakhir imbang biasanya diselesaikan melalui pertandingan ulang (replay), pengundian koin (coin toss), atau penarikan undian. Salah satu contoh terkenal adalah pada semifinal Kejuaraan Eropa UEFA 1968, di mana Italia melaju ke babak final setelah menang undian koin melawan Uni Soviet setelah bermain imbang 0–0.

Gagasan adu penalti secara modern dikembangkan oleh wasit asal Jerman, Karl Wald, pada tahun 1970. Sebelum ide Wald diterima, Asosiasi Sepak Bola Israel juga mengajukan proposal serupa setelah tim Olimpiade mereka tereliminasi lewat undian koin pada Olimpiade Musim Panas 1968.

International Football Association Board (IFAB) secara resmi menyetujui penggunaan adu penalti pada tahun 1970. Turnamen mayor pertama yang ditentukan oleh adu penalti adalah final Kejuaraan Eropa UEFA 1976, di mana Cekoslowakia mengalahkan Jerman Barat, yang diwarnai oleh tendangan ikonik dari Antonín Panenka. Sementara di tingkat Piala Dunia FIFA, adu penalti pertama kali terjadi pada semifinal Piala Dunia 1982 antara Jerman Barat dan Prancis.

Prosedur pelaksanaan

[sunting | sunting sumber]

Pelaksanaan adu penalti diatur dalam Hukum 10 dalam Laws of the Game:

Persiapan

[sunting | sunting sumber]
  • Wasit melakukan lempar koin pertama untuk menentukan gawang mana yang akan digunakan.
  • Wasit melakukan lempar koin kedua untuk menentukan tim mana yang akan mengambil tembakan pertama.
  • Seluruh pemain yang berhak mengikuti adu penalti adalah mereka yang berada di atas lapangan saat peluit akhir perpanjangan waktu ditiup. Pemain cadangan tidak diperbolehkan ikut serta kecuali untuk mengganti penjaga gawang yang cedera secara medis.
  • Seluruh pemain selain penendang dan kedua penjaga gawang harus berada di dalam lingkaran tengah lapangan.
  • Setiap tim secara bergantian mengambil lima tembakan dari titik penalti.
  • Tembakan dilakukan oleh pemain yang berbeda-beda; seorang pemain tidak boleh mengambil tembakan kedua sebelum seluruh 11 pemain di lapangan (termasuk penjaga gawang) telah mengambil tembakan pertama.
  • Berbeda dengan tendangan penalti biasa dalam permainan berjalan, **tidak ada bola pantul (no rebound)**. Begitu bola ditendang dan gerakannya berhenti (termasuk diblok penjaga gawang, keluar lapangan, atau memantul dari tiang/mistar), eksekusi dinyatakan selesai.
  • Jika sebelum lima tembakan selesai salah satu tim telah mencetak lebih banyak gol daripada yang secara matematis dapat dikejar oleh tim lawan, adu penalti langsung dihentikan.

Kematian mendadak (Sudden death)

[sunting | sunting sumber]

Jika setelah masing-masing tim mengambil lima tembakan skor masih tetap imbang, adu penalti dilanjutkan ke babak sudden death. Dalam babak ini, eksekusi dilakukan per satu pasang penendang secara bergantian sampai salah satu tim mencetak gol dan tim lainnya gagal pada putaran yang sama.

Perbedaan dengan tendangan penalti

[sunting | sunting sumber]
Karakteristik Tendangan Penalti Adu Penalti
Konteks Hukuman atas pelanggaran di area penalti saat laga berjalan Metode penentuan pemenang setelah laga berakhir imbang
Bola Pantul (Rebound) Diperbolehkan (bola tetap aktif) Dilarang (sekali eksekusi)
Posisi Pemain Lain Berada di luar area penalti Berada di dalam lingkaran tengah lapangan
Pengaruh Skor Menambah skor resmi pertandingan Tidak mengubah skor resmi pertandingan (dicatat imbang)

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]