Bola sepak

Dari Wikisport, ensiklopedia olahraga
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bola sepak
Aturan Poin
Olahraga Sepak bola
Nilai poin Alat utama untuk mencetak gol dan menentukan jalannya pertandingan
Syarat keabsahan Memenuhi spesifikasi ketat Hukum 2 IFAB (keliling 68–70 cm, berat 410–450 gram)
Mekanisme dan Regulasi
Cara eksekusi Ditendang, disundul, dioper, atau digiring oleh para pemain
Penyebab batal Wajib diganti atas instruksi wasit jika bola meledak, kempis, atau rusak di tengah laga
Teknologi pembantu Panel termorekat, sensor mikrocip internal

Dalam sepak bola, bola sepak adalah objek berbentuk bulat sempurna yang dirancang khusus untuk dimainkan dalam pertandingan sepak bola. Keberadaan bola ini diatur secara ketat dalam Hukum 2 dari Laws of the Game yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB) serta harus memegang sertifikasi kualitas resmi dari FIFA.

Sejarah bola sepak mengalami transformasi besar dari masa lalu yang menggunakan kandung kemih hewan hingga menjadi bola berteknologi tinggi berbasis material sintetis modern dengan tingkat akurasi aerodinamika yang presisi.

Spesifikasi resmi (Hukum 2)

Berdasarkan regulasi resmi IFAB dan FIFA, sebuah bola sepak yang sah digunakan dalam pertandingan tingkat profesional resmi wajib memenuhi kriteria fisik mutlak berikut:

  • Bentuk: Bulat secara sferis sempurna.
  • Material: Terbuat dari bahan yang sesuai dan layak.
  • Keliling (Lingkar): Berukuran antara 68 cm hingga 70 cm (27 hingga 28 inci) saat pertandingan dimulai.
  • Berat: Memiliki berat antara 410 gram hingga 450 gram (14 hingga 16 ons) pada awal pertandingan.
  • Tekanan udara: Memiliki tekanan setara dengan 0,6 hingga 1,1 atmosfer (600–1.100 g/cm²) di permukaan air laut.
  • Logo Kualitas FIFA: Bola yang digunakan dalam kompetisi resmi di bawah naungan FIFA atau konfederasi wajib mencantumkan salah satu tanda resmi: FIFA Quality Pro, FIFA Quality, atau IMS (International Match Standard), yang menandakan bahwa bola tersebut telah lulus serangkaian uji laboratorium terkait pantulan, berat, penyerapan air, dan retensi bentuk.

Sejarah dan evolusi material

Pada masa-masa awal lahirnya sepak bola modern di Inggris pada abad ke-19, bola dibuat dari kandung kemih babi yang dilapisi dengan kulit luar dijahit tangan. Bola jenis ini sangat rentan menyerap air saat hujan, sehingga menjadi sangat berat dan berbahaya jika disundul.

  • Penemuan Vulkanisasi (1855): Charles Goodyear merancang dan mematenkan bola sepak berbahan karet vulkanisir pertama di dunia, yang memberikan pantulan jauh lebih konsisten dan kedap udara.
  • Era Kulit Panel (Abad ke-20): Desain bola tradisional yang paling ikonik lahir pada tahun 1970 melalui peluncuran bola Adidas Telstar di Piala Dunia FIFA 1970. Bola ini menggunakan pola kombinasi geometris 32 panel (12 pentagon hitam dan 20 heksagon putih) agar tampak sangat kontras di layar televisi hitam-putih.
  • Era Sintetis dan Termorekat (Abad ke-21): Sejak Piala Dunia 2006 (Adidas Teamgeist), konstruksi jahitan tangan mulai ditinggalkan dan digantikan oleh teknologi penempelan termal. Hal ini membuat bola menjadi tahan air sepenuhnya, memiliki bentuk yang jauh lebih bulat, serta menghasilkan kecepatan luncur yang lebih stabil.

Teknologi bola pintar

Dalam perkembangan sepak bola modern, bola sepak tidak lagi sekadar instrumen pasif. Turnamen-turnamen mayor seperti Piala Dunia FIFA 2022 dan Kejuaraan Eropa UEFA mulai mengadopsi teknologi bola terhubung.

Di bagian inti pusat bola dipasang sensor unit pengukuran inersia (IMU) berbasis baterai yang mengirimkan data spasial bola sebanyak 500 kali per detik ke ruang sistem VAR. Teknologi ini memungkinkan wasit melacak titik persis sentuhan bola secara real-time, membantu mengidentifikasi pelanggaran handball secara presisi, serta mempercepat proses verifikasi offside semi-otomatis.

Lihat pula

Referensi