Lemparan ke dalam: Perbedaan antara revisi

Dari Wikisport, ensiklopedia olahraga
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
←Membuat halaman berisi '{{SHORTDESC:Metode melanjutkan permainan sepak bola setelah bola keluar melewati garis tepi}} {{Infobox istilah olahraga | Nama = Lemparan ke dalam | image = | Olahraga = Sepak bola | Nilai_poin = Mengembalikan penguasaan bola (tidak dapat mencetak gol langsung) | Syarat_sah = Bola dilempar menggunakan kedua tangan dari atas dan belakang kepala; kedua telapak kaki menapak di tanah. | Cara_umum = Lemparan dengan tangan dari titik bola keluar. | Aturan_pembatal...'
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
(4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 7: Baris 7:
| Syarat_sah = Bola dilempar menggunakan kedua tangan dari atas dan belakang kepala; kedua telapak kaki menapak di tanah.
| Syarat_sah = Bola dilempar menggunakan kedua tangan dari atas dan belakang kepala; kedua telapak kaki menapak di tanah.
| Cara_umum = Lemparan dengan tangan dari titik bola keluar.
| Cara_umum = Lemparan dengan tangan dari titik bola keluar.
| Aturan_pembatal = Kaki terangkat, posisi kaki masuk ke lapangan, atau gerakan melempar yang salah (''foul throw'').
| Aturan_pembatal = Kaki terangkat, posisi kaki masuk ke lapangan, atau gerakan melempar yang salah.
| Teknologi = -
| Teknologi =
}}
}}


Baris 17: Baris 17:
== Prosedur pelaksanaan ==
== Prosedur pelaksanaan ==
Untuk memastikan lemparan ke dalam dianggap sah oleh [[wasit (sepak bola)|wasit]], pemain yang mengeksekusi (pelempar) harus mematuhi prosedur teknis berikut pada saat melepaskan bola:
Untuk memastikan lemparan ke dalam dianggap sah oleh [[wasit (sepak bola)|wasit]], pemain yang mengeksekusi (pelempar) harus mematuhi prosedur teknis berikut pada saat melepaskan bola:
1. Berdiri menghadap ke arah lapangan permainan.
1. Berdiri menghadap ke arah lapangan permainan.
2. Memiliki setidaknya sebagian dari kedua telapak kaki yang menempel atau menapak di tanah. Kaki boleh berada tepat di atas garis tepi atau di luar garis tepi, namun tidak boleh sepenuhnya berada di dalam lapangan.
2. Memiliki setidaknya sebagian dari kedua telapak kaki yang menempel atau menapak di tanah. Kaki boleh berada tepat di atas garis tepi atau di luar garis tepi, namun tidak boleh sepenuhnya berada di dalam lapangan.
3. Menggunakan kedua tangan untuk memegang bola.
3. Menggunakan kedua tangan untuk memegang bola.
4. Melemparkan bola dari arah belakang dan melewati atas kepala dalam satu gerakan yang berkesinambungan.
4. Melemparkan bola dari arah belakang dan melewati atas kepala dalam satu gerakan yang berkesinambungan.


Lemparan ke dalam harus dilakukan dari titik tempat bola keluar meninggalkan lapangan. Seluruh pemain lawan harus berada pada jarak sekurang-kurangnya **2 meter (2,2 yard)** dari titik di mana lemparan ke dalam dilakukan.
Lemparan ke dalam harus dilakukan dari titik tempat bola keluar meninggalkan lapangan. Seluruh pemain lawan harus berada pada jarak sekurang-kurangnya 2 meter dari titik di mana lemparan ke dalam dilakukan.


== Pelanggaran teknis (Foul throw) ==
== Pelanggaran teknis ==
Jika pelempar gagal melakukan lemparan sesuai prosedur yang benar (misalnya mengangkat salah satu kaki saat melempar, melemparkan bola hanya dengan satu tangan, atau melempar tidak dari belakang kepala), wasit akan menyatakan terjadinya pelanggaran lemparan (''foul throw''). Hukuman untuk pelanggaran ini adalah hak lemparan ke dalam berpindah dan diberikan kepada tim lawan.
Jika pelempar gagal melakukan lemparan sesuai prosedur yang benar (misalnya mengangkat salah satu kaki saat melempar, melemparkan bola hanya dengan satu tangan, atau melempar tidak dari belakang kepala), wasit akan menyatakan terjadinya pelanggaran lemparan. Hukuman untuk pelanggaran ini adalah hak lemparan ke dalam berpindah dan diberikan kepada tim lawan.


Selain itu, setelah bola dilempar dan masuk ke lapangan permainan (aktif), pelempar tidak diperbolehkan menyentuh bola itu kembali sampai bola tersebut menyentuh pemain lain (baik rekan setim maupun lawan). Jika pelempar melanggar aturan ini (sentuhan ganda), wasit akan memberikan [[tendangan bebas#Tendangan bebas tidak langsung|tendangan bebas tidak langsung]] kepada tim lawan dari titik pelanggaran.
Selain itu, setelah bola dilempar dan masuk ke lapangan permainan (aktif), pelempar tidak diperbolehkan menyentuh bola itu kembali sampai bola tersebut menyentuh pemain lain (baik rekan setim maupun lawan). Jika pelempar melanggar aturan ini (sentuhan ganda), wasit akan memberikan [[tendangan bebas#Tendangan bebas tidak langsung|tendangan bebas tidak langsung]] kepada tim lawan dari titik pelanggaran.
Baris 33: Baris 37:


=== 1. Pengecualian offside ===
=== 1. Pengecualian offside ===
Pemain penyerang **tidak dapat** dihukum atas pelanggaran [[offside (sepak bola)|offside]] jika ia menerima bola secara langsung dari hasil lemparan ke dalam yang dilakukan oleh rekan setimnya. Aturan ini sering dimanfaatkan oleh tim untuk melakukan skema lemparan ke dalam yang jauh (''long throw-in'') langsung ke area penalti lawan sebagai alternatif tendangan sudut atau umpan silang.
Pemain penyerang tidak dapat dihukum atas pelanggaran [[offside (sepak bola)|offside]] jika ia menerima bola secara langsung dari hasil lemparan ke dalam yang dilakukan oleh rekan setimnya. Aturan ini sering dimanfaatkan oleh tim untuk melakukan skema lemparan ke dalam yang jauh langsung ke area penalti lawan sebagai alternatif tendangan sudut atau umpan silang.


=== 2. Tidak ada gol langsung ===
=== 2. Tidak ada gol langsung ===
Sebuah [[gol]] tidak dapat dicetak secara langsung dari lemparan ke dalam. Bola harus menyentuh sekurang-kurangnya satu pemain lain sebelum masuk ke dalam gawang agar gol dinyatakan sah.
Sebuah [[gol (sepak bola)|gol]] tidak dapat dicetak secara langsung dari lemparan ke dalam. Bola harus menyentuh sekurang-kurangnya satu pemain lain sebelum masuk ke dalam gawang agar gol dinyatakan sah.
* Jika bola dilempar dan langsung masuk ke gawang lawan tanpa tersentuh siapapun, gol dibatalkan dan wasit memberikan [[tendangan gawang]] untuk tim lawan.
* Jika bola dilempar dan langsung masuk ke gawang lawan tanpa tersentuh siapapun, gol dibatalkan dan wasit memberikan [[tendangan gawang]] untuk tim lawan.
* Jika bola dilempar dan langsung masuk ke gawang tim sendiri tanpa tersentuh siapapun (misalnya karena kesalahan arah atau lemparan balik ke penjaga gawang), gol bunuh diri dibatalkan dan wasit memberikan [[tendangan sudut]] untuk tim lawan.
* Jika bola dilempar dan langsung masuk ke gawang tim sendiri tanpa tersentuh siapapun (misalnya karena kesalahan arah atau lemparan balik ke penjaga gawang), gol bunuh diri dibatalkan dan wasit memberikan [[tendangan sudut]] untuk tim lawan.


== Taktik Lemparan Jauh (Long throw-in) ==
== Taktik Lemparan Jauh ==
Beberapa pemain spesialis mengembangkan kemampuan melempar bola sejauh puluhan meter hingga mencapai [[area penalti]] lawan, yang bertindak layaknya tendangan bebas atau tendangan sudut. Pemain legendaris seperti [[Rory Delap]] dari [[Stoke City F.C.|Stoke City]] sangat terkenal dengan taktik ini, di mana lemparan datarnya yang sangat kencang dan akurat sering kali menciptakan kekacauan di lini pertahanan lawan dan berujung pada gol.
Beberapa pemain spesialis mengembangkan kemampuan melempar bola sejauh puluhan meter hingga mencapai [[area penalti]] lawan, yang bertindak layaknya tendangan bebas atau tendangan sudut. Pemain legendaris seperti [[Rory Delap]] dari [[Stoke City F.C.|Stoke City]] sangat terkenal dengan taktik ini, di mana lemparan datarnya yang sangat kencang dan akurat sering kali menciptakan kekacauan di lini pertahanan lawan dan berujung pada gol.



Revisi terkini sejak 9 Oktober 2026 21.18

Lemparan ke dalam
Aturan Poin
Olahraga Sepak bola
Nilai poin Mengembalikan penguasaan bola (tidak dapat mencetak gol langsung)
Syarat keabsahan Bola dilempar menggunakan kedua tangan dari atas dan belakang kepala; kedua telapak kaki menapak di tanah.
Mekanisme dan Regulasi
Cara eksekusi Lemparan dengan tangan dari titik bola keluar.
Penyebab batal Kaki terangkat, posisi kaki masuk ke lapangan, atau gerakan melempar yang salah.

Dalam sepak bola, lemparan ke dalam (bahasa Inggris: throw-in) adalah metode untuk memulai atau melanjutkan kembali permainan setelah bola sepenuhnya keluar dari lapangan pertandingan melewati garis tepi, baik menggelinding di atas tanah maupun melayang di udara.

Aturan mengenai lemparan ke dalam diatur secara spesifik dalam Hukum 15 dari Laws of the Game yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB). Lemparan ke dalam diberikan kepada tim lawan dari pemain yang menyentuh bola terakhir kali sebelum bola tersebut keluar meninggalkan lapangan.

Prosedur pelaksanaan

[sunting | sunting sumber]

Untuk memastikan lemparan ke dalam dianggap sah oleh wasit, pemain yang mengeksekusi (pelempar) harus mematuhi prosedur teknis berikut pada saat melepaskan bola:

1. Berdiri menghadap ke arah lapangan permainan.

2. Memiliki setidaknya sebagian dari kedua telapak kaki yang menempel atau menapak di tanah. Kaki boleh berada tepat di atas garis tepi atau di luar garis tepi, namun tidak boleh sepenuhnya berada di dalam lapangan.

3. Menggunakan kedua tangan untuk memegang bola.

4. Melemparkan bola dari arah belakang dan melewati atas kepala dalam satu gerakan yang berkesinambungan.

Lemparan ke dalam harus dilakukan dari titik tempat bola keluar meninggalkan lapangan. Seluruh pemain lawan harus berada pada jarak sekurang-kurangnya 2 meter dari titik di mana lemparan ke dalam dilakukan.

Pelanggaran teknis

[sunting | sunting sumber]

Jika pelempar gagal melakukan lemparan sesuai prosedur yang benar (misalnya mengangkat salah satu kaki saat melempar, melemparkan bola hanya dengan satu tangan, atau melempar tidak dari belakang kepala), wasit akan menyatakan terjadinya pelanggaran lemparan. Hukuman untuk pelanggaran ini adalah hak lemparan ke dalam berpindah dan diberikan kepada tim lawan.

Selain itu, setelah bola dilempar dan masuk ke lapangan permainan (aktif), pelempar tidak diperbolehkan menyentuh bola itu kembali sampai bola tersebut menyentuh pemain lain (baik rekan setim maupun lawan). Jika pelempar melanggar aturan ini (sentuhan ganda), wasit akan memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada tim lawan dari titik pelanggaran.

Aturan khusus

[sunting | sunting sumber]

Lemparan ke dalam memiliki dua keistimewaan aturan hukum yang membedakannya dari skema bola mati lainnya dalam permainan terbuka:

1. Pengecualian offside

[sunting | sunting sumber]

Pemain penyerang tidak dapat dihukum atas pelanggaran offside jika ia menerima bola secara langsung dari hasil lemparan ke dalam yang dilakukan oleh rekan setimnya. Aturan ini sering dimanfaatkan oleh tim untuk melakukan skema lemparan ke dalam yang jauh langsung ke area penalti lawan sebagai alternatif tendangan sudut atau umpan silang.

2. Tidak ada gol langsung

[sunting | sunting sumber]

Sebuah gol tidak dapat dicetak secara langsung dari lemparan ke dalam. Bola harus menyentuh sekurang-kurangnya satu pemain lain sebelum masuk ke dalam gawang agar gol dinyatakan sah.

  • Jika bola dilempar dan langsung masuk ke gawang lawan tanpa tersentuh siapapun, gol dibatalkan dan wasit memberikan tendangan gawang untuk tim lawan.
  • Jika bola dilempar dan langsung masuk ke gawang tim sendiri tanpa tersentuh siapapun (misalnya karena kesalahan arah atau lemparan balik ke penjaga gawang), gol bunuh diri dibatalkan dan wasit memberikan tendangan sudut untuk tim lawan.

Taktik Lemparan Jauh

[sunting | sunting sumber]

Beberapa pemain spesialis mengembangkan kemampuan melempar bola sejauh puluhan meter hingga mencapai area penalti lawan, yang bertindak layaknya tendangan bebas atau tendangan sudut. Pemain legendaris seperti Rory Delap dari Stoke City sangat terkenal dengan taktik ini, di mana lemparan datarnya yang sangat kencang dan akurat sering kali menciptakan kekacauan di lini pertahanan lawan dan berujung pada gol.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]