Kartu kuning (sepak bola)

Dari Wikisport, ensiklopedia olahraga
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Artikel ini membahas penggunaan kartu kuning secara spesifik dalam olahraga sepak bola. Untuk penggunaan kartu kuning di berbagai cabang olahraga secara umum, lihat Kartu kuning (olahraga).
Kartu kuning
Seorang wasit mengangkat kartu kuning untuk memberikan peringatan resmi kepada pemain yang melanggar.
Seorang wasit mengangkat kartu kuning untuk memberikan peringatan resmi kepada pemain yang melanggar.
Aturan Poin
Olahraga Sepak bola
Nilai poin Peringatan resmi
Syarat keabsahan Keputusan mutlak wasit berdasarkan Hukum 12 Laws of the Game
Mekanisme dan Regulasi
Cara eksekusi Diangkat ke udara oleh wasit dengan menunjuk atau menatap pemain yang dituju
Penyebab batal Pembatalan via VAR (hanya jika terjadi kesalahan identitas)
Teknologi pembantu Busa penanda, VAR

Dalam sepak bola, kartu kuning (bahasa Inggris: yellow card) adalah sebuah penanda visual berwujud kartu plastik berwarna kuning yang dikeluarkan oleh wasit untuk memberikan peringatan resmi kepada seorang pemain, pemain cadangan, atau staf pelatih atas pelanggaran tingkat sedang, taktis, atau kelakuan tidak sportif.

Penggunaan dan regulasi mengenai kartu kuning secara rinci diatur dalam Hukum 12 dari Laws of the Game yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB). Saat wasit mengeluarkan kartu kuning, detail pelanggar (nama, nomor punggung, waktu kejadian, dan jenis pelanggaran) dicatat secara resmi di dalam buku saku wasit. Pemain yang mendapatkan kartu kuning masih diperbolehkan melanjutkan permainan, namun berada dalam status terancam diusir jika kembali melakukan kesalahan serupa.

Sejarah penemuan

Konsep kartu hukuman visual dalam sepak bola dicetuskan oleh mantan wasit asal Inggris, Ken Aston, yang saat itu bertugas di Komite Wasit FIFA. Pada turnamen Piala Dunia FIFA 1966, sering terjadi kebingungan di lapangan karena wasit hanya memberikan peringatan dan pengusiran secara lisan. Hal ini memicu insiden kesalahpahaman karena perbedaan bahasa antara wasit dan pemain, seperti yang terjadi pada laga perempat final antara Inggris dan Argentina.

Saat sedang berkendara melintasi lampu lalu lintas di Kensington High Street, London, Aston menyadari bahwa skema warna lampu lalu lintas dapat diadaptasi ke dalam sepak bola untuk mengatasi hambatan bahasa. Warna kuning berarti "peringatan/berhati-hati", sementara merah berarti "berhenti/keluar".

Sistem ini pertama kali diuji coba dan diterapkan secara resmi oleh FIFA pada putaran final Piala Dunia FIFA 1970 di Meksiko. Keberhasilan dan kejelasannya membuat sistem ini dengan cepat diadopsi oleh kompetisi sepak bola di seluruh dunia, dan kemudian meluas ke cabang olahraga lainnya.

Alasan pemberian

Berdasarkan Hukum 12 *Laws of the Game*, wasit wajib memberikan kartu kuning jika seorang pemain melakukan salah satu dari tujuh kategori pelanggaran (cautionable offences) berikut saat pertandingan berjalan maupun saat bola mati:

1. Kelakuan tidak sportif (Unsporting behaviour): Meliputi pelanggaran fisik yang ugal-ugalan (reckless), sengaja menyentuh bola dengan tangan (handball) untuk memutus serangan, melakukan pelanggaran taktis (tactical foul), berpura-pura jatuh atau cedera (diving), serta merayakan gol secara berlebihan (seperti melepas kaus atau memanjat pagar stadion). 2. Protes berlebihan (Dissent): Memprotes, mengkritik, atau menunjukkan gestur tidak setuju secara agresif terhadap keputusan wasit utama maupun asisten wasit. 3. Pelanggaran berulang (Persistent offences): Terus-menerus melakukan pelanggaran kecil yang merusak ritme pertandingan, meskipun pelanggaran tersebut secara individu tidak layak mendapat sanksi kartu. 4. Menunda pelanjutan permainan (Delaying the restart): Membuang-buang waktu dengan sengaja, seperti menendang bola ke luar stadion saat peluit mati sudah ditiup, atau berdiri menghalangi bola saat lawan mendapat tendangan bebas. 5. Gagal menjaga jarak minimum: Tidak mundur sejauh 9,15 meter (10 yard) saat pihak lawan mengeksekusi tendangan sudut, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam. 6. Masuk tanpa izin: Memasuki, atau kembali memasuki lapangan permainan tanpa izin eksplisit dari wasit (misalnya setelah mendapat perawatan medis di pinggir lapangan). 7. Meninggalkan lapangan tanpa izin: Sengaja keluar dari batas lapangan permainan tanpa persetujuan wasit dengan tujuan taktis.

Akumulasi dan sanksi lanjutan

Meskipun satu kartu kuning hanya berdampak sebagai peringatan dalam sebuah pertandingan tunggal, sepak bola memiliki sistem akumulasi yang mengikat hukuman tersebut:

1. Kartu kuning kedua (Kartu merah)

Jika seorang pemain menerima kartu kuning untuk **kedua kalinya** dalam satu pertandingan yang sama, wasit akan langsung mengikutinya dengan mengeluarkan kartu merah. Pemain tersebut resmi diusir dari lapangan pertandingan, dan timnya tidak diperbolehkan memasukkan pemain pengganti, sehingga harus menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh orang pemain.

2. Akumulasi liga dan turnamen

Dalam kompetisi jangka panjang seperti Liga Utama Inggris, La Liga, atau turnamen sistem gugur bergengsi, kartu kuning dihitung secara akumulatif. Jika seorang pemain mencapai batas jumlah kartu kuning tertentu yang ditetapkan oleh penyelenggara kompetisi (misalnya, mengumpulkan 5 kartu kuning dalam 19 pertandingan liga pertama, atau 2 kartu kuning di fase grup turnamen), pemain tersebut akan menerima sanksi larangan bertanding (suspension) otomatis pada satu laga berikutnya.

Peran VAR

Teknologi Asisten wasit video (VAR) tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengintervensi atau menyarankan wasit memberikan kartu kuning tunggal. VAR hanya diizinkan campur tangan dalam urusan kartu kuning pada dua kondisi spesifik:

  • Memperbaiki kesalahan identitas (mistaken identity), yaitu ketika wasit memberikan kartu kuning kepada pemain yang salah akibat kebingungan di tengah kerumunan.
  • Menyarankan agar pelanggaran yang awalnya hanya dihukum kartu kuning dievaluasi kembali melalui layar monitor untuk ditingkatkan menjadi **kartu merah langsung** akibat potensi pelanggaran berat (serious foul play).

Lihat pula

Referensi