Gol bunuh diri
| Aturan Poin | |
|---|---|
| Olahraga | Sepak bola |
| Nilai poin | 1 poin untuk tim lawan |
| Syarat keabsahan | Bola sepenuhnya melewati garis gawang sendiri dalam keadaan permainan aktif |
| Mekanisme dan Regulasi | |
| Cara eksekusi | Pantulan, sapuan bola yang gagal, atau operan mundur yang keliru |
| Penyebab batal | Bola langsung masuk ke gawang sendiri dari lemparan ke dalam atau tendangan bebas tanpa sentuhan pemain lain |
| Teknologi pembantu | VAR, Teknologi garis gawang |
Dalam sepak bola, gol bunuh diri (bahasa Inggris: own goal, disingkat OG) adalah sebuah kejadian di mana seorang pemain secara sengaja ataupun tidak sengaja memasukkan bola ke dalam gawang timnya sendiri. Akibat dari kejadian ini, sebuah gol dan poin dicatatkan untuk keuntungan tim lawan.
Gol bunuh diri umumnya terjadi akibat kesalahan antisipasi, pantulan tak terduga saat mencoba memblokir tembakan lawan, atau kesalahan komunikasi antara pemain bertahan dan penjaga gawang saat melakukan operan mundur.
Pencatatan statistik
[sunting | sunting sumber]Dalam pencatatan statistik resmi pertandingan, pencetak gol bunuh diri tidak dikreditkan kepada penyerang lawan, melainkan dicatat atas nama pemain bertahan yang mencetak gol tersebut dengan tambahan keterangan "(b.d.)" atau "(og)". Gol ini juga tidak dihitung dalam daftar pencetak gol terbanyak bagi tim penyerang.
Keputusan apakah sebuah gol dicatat sebagai gol bunuh diri atau gol penyerang bergantung pada arah awal tembakan:
- Bukan gol bunuh diri (Gol penyerang): Jika seorang penyerang melepaskan tembakan yang sudah mengarah tepat sasaran ke dalam gawang, lalu bola tersebut membentur pemain bertahan lawan dan masuk, maka gol tersebut tetap dikreditkan sebagai gol milik penyerang.
- Gol bunuh diri: Jika penyerang melepaskan tembakan atau umpan silang yang arah awalnya melenceng dari gawang, kemudian bola tersebut membentur pemain bertahan dan berbelok arah masuk ke gawang, maka gol tersebut resmi dicatat sebagai gol bunuh diri pemain bertahan.
Pengecualian gol bunuh diri langsung
[sunting | sunting sumber]Menurut Laws of the Game yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB), terdapat aturan mendasar yang menyatakan bahwa sebuah gol tidak dapat dicetak secara langsung ke gawang sendiri dari situasi bola mati.
Jika seorang pemain mengeksekusi situasi bola mati dan bola tersebut meluncur masuk langsung ke dalam gawangnya sendiri tanpa menyentuh pemain lain satu pun (termasuk penjaga gawang), maka gol bunuh diri dibatalkan dan wasit akan memberikan hukuman tendangan sudut kepada tim lawan. Aturan ini berlaku untuk:
- Tendangan bebas (langsung maupun tidak langsung)
- Lemparan ke dalam
- Tendangan gawang
- Tendangan sudut
Insiden terkenal
[sunting | sunting sumber]Gol bunuh diri sering kali menjadi momen yang ironis dan tragis dalam sejarah sepak bola:
- Andrés Escobar: Salah satu momen paling kelam dalam sejarah sepak bola terjadi pada Piala Dunia FIFA 1994. Bek Kolombia, Andrés Escobar, mencetak gol bunuh diri saat melawan Amerika Serikat yang menyebabkan timnya tersingkir. Beberapa hari setelah kembali ke Kolombia, ia dibunuh oleh sindikat kartel setempat, yang diyakini terkait dengan kerugian judi akibat gol tersebut.
- Richard Dunne: Mantan bek Liga Utama Inggris, Richard Dunne, memegang rekor sebagai pencetak gol bunuh diri terbanyak dalam sejarah Liga Utama Inggris, dengan total 10 gol bunuh diri di sepanjang kariernya.
- Mick McCarthy: Gol bunuh diri tercepat di kompetisi Eropa tercatat dalam waktu 14 detik oleh Pat Kruse (Torquay United) pada tahun 1977, dan dalam laga internasional dicetak oleh Mick McCarthy untuk Republik Irlandia pada detik ke-17 melawan Yugoslavia pada tahun 1988.