Tendangan sudut

Dari Wikisport, ensiklopedia olahraga
Revisi sejak 9 Oktober 2026 21.20 oleh Admin (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '{{SHORTDESC:Metode melanjutkan permainan sepak bola dari sudut lapangan}} {{Infobox istilah olahraga | Nama = Tendangan sudut | image = | Olahraga = Sepak bola | Nilai_poin = Peluang mencetak gol (langsung atau melalui umpan) | Syarat_sah = Bola diletakkan di dalam busur sudut dan ditendang | Cara_umum = Umpan silang melambung ke depan gawang atau operan pendek | Aturan_pembatal = Sentuhan ganda oleh penendang sebelum bola mengenai pemain lain | Teknologi = }...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tendangan sudut
Aturan Poin
Olahraga Sepak bola
Nilai poin Peluang mencetak gol (langsung atau melalui umpan)
Syarat keabsahan Bola diletakkan di dalam busur sudut dan ditendang
Mekanisme dan Regulasi
Cara eksekusi Umpan silang melambung ke depan gawang atau operan pendek
Penyebab batal Sentuhan ganda oleh penendang sebelum bola mengenai pemain lain

Dalam sepak bola, tendangan sudut (bahasa Inggris: corner kick) atau sering disebut tendangan pojok, adalah metode untuk melanjutkan kembali permainan setelah bola sepenuhnya melewati garis gawang (goal line), baik menggelinding di atas tanah maupun melayang di udara, di mana sentuhan terakhir dilakukan oleh pemain dari tim bertahan, dan tidak ada gol yang tercipta.

Aturan mengenai tendangan sudut diatur secara spesifik dalam **Hukum 17** dari *Laws of the Game* yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB). Tendangan sudut merupakan salah satu skema bola mati (set piece) yang sangat krusial karena sering kali menciptakan peluang matang untuk mencetak gol.

Prosedur pelaksanaan

Ketika wasit memberikan tendangan sudut, eksekusi harus mematuhi prosedur teknis berikut:

  • Posisi bola: Bola harus diletakkan di dalam area busur sudut (corner arc) yang memiliki radius 1 meter (1 yard) dari tiang bendera sudut terdekat dengan titik keluarnya bola. Bola dinyatakan sah berada di dalam area meskipun hanya sebagian permukaannya yang menyentuh garis busur.
  • Tiang bendera sudut: Tiang bendera sudut yang memiliki tinggi minimal 1,5 meter tidak boleh dicabut, dipindahkan, atau dibengkokkan oleh pemain saat mengeksekusi tendangan.
  • Posisi pemain lawan: Seluruh pemain lawan harus berada pada jarak sekurang-kurangnya **9,15 meter (10 yard)** dari busur sudut sampai bola ditendang dan bergerak. Untuk membantu wasit, sering kali terdapat tanda penunjuk di luar lapangan yang berjarak 9,15 meter dari busur.
  • Eksekusi: Bola dinyatakan dalam permainan (aktif) segera setelah ditendang dan bergerak dengan jelas. Penendang tidak boleh menyentuh bola kembali sampai bola tersebut tersentuh oleh pemain lain (aturan sentuhan ganda).

Keistimewaan aturan

Sama halnya dengan beberapa skema bola mati lainnya, tendangan sudut memiliki pengecualian hukum tertentu:

1. Mencetak gol langsung (Gol Olimpiade)

Sebuah gol dapat dicetak **secara langsung** dari tendangan sudut ke gawang lawan, tanpa perlu tersentuh pemain lain. Gol jenis ini dikenal luas dengan istilah Gol Olimpiade (Olympic goal / Gol Olímpico). Istilah ini pertama kali populer ketika pemain Argentina, Cesáreo Onzari, mencetak gol langsung dari tendangan sudut ke gawang Uruguay (yang saat itu berstatus sebagai juara Olimpiade) pada 2 Oktober 1924.

Sebaliknya, jika tendangan sudut secara ajaib langsung masuk ke gawang timnya sendiri, gol tersebut tidak diakui, dan wasit akan memberikan hukuman tendangan sudut bagi tim lawan.

2. Pengecualian offside

Seorang pemain penyerang **tidak dapat** dihukum atas pelanggaran offside jika ia menerima bola secara langsung dari hasil tendangan sudut. Hal ini memungkinkan tim penyerang untuk menempatkan banyak pemain di sekitar area gawang lawan (termasuk di belakang garis pertahanan) tanpa terkena pelanggaran offside.

Taktik dan variasi

Tendangan sudut merupakan momen penting dalam strategi menyerang. Beberapa variasi taktik yang umum digunakan meliputi:

  • Tendangan melengkung ke dalam (Inswinging corner): Bola ditendang menggunakan bagian dalam kaki oleh pemain yang memiliki kaki dominan berlawanan dengan sisi sudut lapangan (misalnya, pemain kidal menendang dari sudut kanan). Bola akan melengkung mengarah langsung merangsek ke arah gawang, memaksa penjaga gawang untuk bereaksi cepat.
  • Tendangan melengkung ke luar (Outswinging corner): Bola ditendang oleh pemain dengan kaki dominan yang sama dengan sisi sudut (misalnya, pemain kaki kanan menendang dari sudut kanan). Bola melengkung menjauhi gawang, sehingga memudahkan rekan setim berlari dan menyundul bola ke arah gawang dengan tenaga momentum berlari.
  • Tendangan sudut pendek (Short corner): Penendang tidak langsung melepaskan umpan silang ke kotak penalti, melainkan mengoper pendek ke rekan setim yang mendekat. Taktik ini bertujuan untuk mengubah sudut umpan, memancing pemain bertahan lawan keluar dari area penalti, atau mempertahankan penguasaan bola untuk menghabiskan waktu.
  • Target tiang dekat/jauh (Near/Far post run): Pemain secara spesifik ditugaskan untuk berlari menyongsong bola di tiang dekat (untuk langsung disundul atau dipantulkan ke belakang/flick-on) atau menunggu di ruang kosong pada area tiang jauh.

Lihat pula

Referensi