Wasit (sepak bola)
| Karakteristik Peran | |
|---|---|
| Olahraga | Sepak bola |
| Otoritas pengatur | FIFA / IFAB |
| Wilayah kerja | Di atas lapangan permainan (mengikuti alur bola) |
| Perlengkapan dan Wewenang | |
| Perlengkapan utama | Peluit, kartu kuning, kartu merah, jam tangan stopwatch, busa penanda (vanishing spray) |
| Perangkat pendukung | Asisten wasit (hakim garis), wasit keempat, VAR |
| Wewenang sanksi | Tendangan bebas, tendangan penalti, kartu kuning, kartu merah |
Dalam sepak bola, wasit (bahasa Inggris: referee) adalah pejabat pertandingan yang memiliki wewenang penuh di atas lapangan untuk menegakkan aturan permainan (Laws of the Game) selama pertandingan berlangsung. Wasit bertindak sebagai penilai netral akhir dalam setiap keputusan teknis dan disiplin, termasuk menentukan keabsahan gol, memberikan hukuman pelanggaran, menghentikan atau melanjutkan permainan, serta mengganjar pemain dengan kartu kuning atau kartu merah.
Tugas, hak, dan tanggung jawab seorang wasit diatur secara khusus dalam Hukum 5 dari Laws of the Game yang dirumuskan oleh International Football Association Board (IFAB). Keputusan wasit mengenai fakta-fakta yang berkaitan dengan permainan bersifat final dan harus dihormati oleh seluruh pemain, pelatih, serta staf tim.
Wewenang dan tugas
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan Hukum 5, wasit memiliki wewenang dan tugas utama yang mencakup:
- Menegakkan aturan: Memastikan seluruh jalannya pertandingan mematuhi aturan resmi IFAB.
- Mengendalikan pertandingan: Mengontrol alur permainan bersama bantuan dari asisten wasit dan perangkat pertandingan lainnya.
- Pencatat waktu dan pertandingan: Bertindak sebagai pengukur waktu resmi (termasuk mengkalkulasi waktu tambahan atau injury time) dan mencatat seluruh kejadian penting seperti gol, kartu, serta insiden disiplin.
- Penghentian permainan: Berhak menghentikan, menunda, atau menghentikan pertandingan secara permanen (abandoned) akibat gangguan penonton, cuaca buruk, atau cedera parah yang dialami pemain.
- Penanganan cedera: Memastikan pemain yang mengalami cedera serius segera mendapatkan perawatan medis di luar lapangan demi menjaga keselamatan pemain.
- Penerapan sanksi disiplin: Mengeluarkan sanksi tegas kepada pemain, pemain cadangan, maupun staf pelatih di area teknis yang melakukan tindakan tidak sportif atau pelanggaran berat.
Perlengkapan dan seragam
[sunting | sunting sumber]Wasit diwajibkan menggunakan perlengkapan khusus untuk menjalankan tugasnya secara efektif di atas lapangan:
Seragam
[sunting | sunting sumber]Sesuai aturan, warna seragam yang dikenakan wasit dan asisten wasit harus kontras dan berbeda secara jelas dari warna kaus tim yang bertanding (baik tim kandang maupun tandang) serta penjaga gawang. Warna seragam wasit modern umumnya meliputi warna hitam, kuning menyala, hijau stabilo, biru muda, atau merah cabai.
Perlengkapan wajib
[sunting | sunting sumber]- Peluit: Alat komunikasi utama wasit untuk menghentikan dan memulai kembali permainan.
- Jam tangan / Stopwatch: Digunakan untuk mengukur durasi babak 45 menit dan menghitung akumulasi waktu terbuang.
- Kartu kuning dan kartu merah: Alat visual resmi untuk memberikan sanksi peringatan dan pengusiran.
- Buku catatan dan pena: Digunakan untuk mencatat nomor punggung pemain, menit terjadinya gol, serta sanksi kartu.
- Koin pengundi: Digunakan saat awal pertandingan untuk menentukan hak pilih gawang atau tendangan pertama, serta sebelum pelaksanaan adu penalti.
Perlengkapan pendukung modern
[sunting | sunting sumber]- Busa penanda (Vanishing spray): Semprotan busa putih yang dapat menghilang dalam hitungan menit, digunakan untuk menandai titik tendangan bebas dan garis batas jarak 9,15 meter bagi pagar hidup pertahanan.
- Perangkat komunikasi (Headset): Sistem komunikasi audio nirkabel interkom yang menghubungkan wasit utama secara langsung dengan asisten wasit, wasit keempat, dan petugas VAR.
Perangkat pertandingan lainnya
[sunting | sunting sumber]Dalam sepak bola profesional tingkat tinggi, wasit dibantu oleh tim pejabat pertandingan (match officials):
- Asisten Wasit ( Hakim Garis / Assistant Referees): Berada di dua sisi garis tepi lapangan. Tugas utamanya mengawasi situasi offside, memantau bola yang keluar lapangan untuk menentukan lemparan ke dalam, tendangan gawang, atau tendangan sudut, serta membantu wasit melihat pelanggaran di dekat wilayah mereka.
- Wasit Keempat (Fourth Official): Bertugas di area teknis tepi lapangan. Tanggung jawabnya meliputi pengawasan pergantian pemain, pemeriksaan perlengkapan pemain cadangan, pengawasan perilaku pelatih di area teknis, serta menampilkan papan elektronik penunjuk waktu tambahan.
- Asisten wasit video (Video Assistant Referee / VAR): Petugas wasit yang berada di ruang kontrol video khusus untuk meninjau rekaman ulang kamera atas keputusan-keputusan vital yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Pada era awal perkembangan sepak bola di pertengahan abad ke-19, pertandingan dipimpin oleh kapten dari masing-masing tim. Seiring kompetisi menjadi lebih kompetitif, diperkenalkan dua kapten umpan (umpires) yang ditempatkan oleh masing-masing tim di tepi lapangan untuk menyelesaikan perselisihan.
Pada tahun 1881, posisi wasit netral di dalam lapangan (referee) mulai diperkenalkan secara resmi. Wasit bertindak sebagai pihak ketiga yang dipanggil ketika kedua umpire tidak mencapai kesepakatan. Pada tahun 1891, peran umpire dihapuskan dan diubah menjadi asisten wasit (hakim garis), menjadikan wasit utama sebagai penguasa tunggal keputusan di atas lapangan hingga saat ini.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]- Pelanggaran (sepak bola)
- Kartu kuning (olahraga)
- Kartu merah (olahraga)
- Asisten wasit video
- Laws of the Game